Peluang usaha cookies menjadi salah satu topik menarik dalam dunia bisnis kuliner yang terus berkembang di Indonesia. Bisnis kue kering cukup populer saat hari raya. Namun saat ini, cookies semakin disukai sebagai camilan harian dengan berbagai inovasi rasa dan konsep. Tak heran, cookies menjadi salah satu peluang usaha potensial.
Baca Juga: Intip Peluang Usaha Jualan Kue Basah Tanpa Modal Besar
Bisnis cookies terkenal fleksibel dan gampang dijalankan dari skala rumahan. Modal awal relatif terjangkau dan proses produksinya tidak rumit. Inilah alasan mengapa cookies kerap dipilih sebagai langkah awal masuk ke dunia wirausaha kuliner.

Potensi Pasar dan Peluang Usaha Cookies di Indonesia
Pasar cookies di Indonesia tergolong luas dan terus mengalami perkembangan. Produk ini digemari berbagai kelompok usia dan cocok untuk banyak momen. Cookies sering hadir sebagai camilan santai, hampers, hingga hadiah personal.
Data terbaru dari UKM Indonesia menunjukkan kategori cookies di platform e-commerce mencatat nilai penjualan sekitar Rp2,4 miliar dengan lebih dari 78 ribu produk terjual dalam satu periode laporan. Angka tersebut memperlihatkan bahwa permintaan cookies tak hanya bergantung pada musim tertentu. Pasarnya terbukti aktif dan berkelanjutan.
Tren Cookies Kekinian yang Diminati
Tren cookies mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir. Konsumen kini tertarik pada cookies dengan tekstur lembut dan tampilan menarik. Soft cookies dengan bagian tengah lumer menjadi salah satu varian paling diburu.
Tampilan visual cookies yang menggoda membuat produk ini mudah viral di media sosial. Varian rasa seperti cokelat lumer, matcha dan red velvet menawarkan pengalaman makan yang berbeda. Faktor tampilan dan sensasi rasanya menjadi nilai tambah yang kuat.
Inovasi Sehat untuk Menjangkau Pasar Lebih Luas
Kesadaran akan gaya hidup sehat membuka peluang baru dalam bisnis cookies. Konsumen mulai memperhatikan kandungan gula dan bahan yang digunakan. Sekarang ini, kian banyak orang yang menyukai cookies dengan konsep lebih sehat.
Varian rendah gula, bebas gluten dan berbahan nabati mulai memiliki pasar tersendiri. Cookies tinggi protein juga menarik minat konsumen aktif. Inovasi semacam ini membantu memperluas segmen pasar tanpa menghilangkan cita rasa.
Perhitungan Modal dan Laba Usaha Cookies
Peluang usaha cookies menarik karena bisa dimulai dengan modal yang relatif kecil. Peralatan dasar seperti oven, mixer dan loyang umumnya cukup untuk produksi awal. Estimasi modal peralatan sekali beli berkisar Rp1.800.000.
Modal bahan baku untuk satu kali produksi sekitar 50 toples cookies berada di kisaran Rp950.000. Biaya ini mencakup bahan utama, topping, serta kemasan. Nah, dengan harga jual rata-rata Rp50.000 per toples, omzet kotor mencapai Rp2.500.000.
Laba kotor per satu kali produksi sekitar Rp1.550.000 setelah dikurangi biaya bahan. Jika produksi dilakukan empat kali dalam sebulan, maka potensi laba kotor bisa mencapai Rp6.200.000. Angka ini masih bisa naik dengan strategi harga dan volume penjualan yang tepat.
Akun YouTube @FC_Equipment_By_Revon memamerkan potensi omzet besar dari bisnis cookies berkat dukungan alat profesional. Produksi harian bisa mencapai 1.440 pcs atau 240 box, dengan harga Rp200.000 per box isi enam. Omzet harian diklaim menembus Rp48 juta dan berpotensi miliaran rupiah per bulan.
Bisnis ini terbukti dijalankan pengusaha di Jakarta dengan skala industri. Model usahanya fleksibel dan bisa dikembangkan dari rumahan hingga produksi besar. Peluang UMKM cookies dinilai cukup skalabel serta menjanjikan.
Strategi Pengembangan Bisnis Cookies
Agar peluang usaha cookies semakin terbuka lebar, strategi pengembangan bisnis perlu dilakukan. Kualitas rasa menjadi faktor utama dalam mempertahankan pelanggan. Resep yang konsisten membuat konsumen percaya pada produk. Uji rasa dan evaluasi secara rutin akan membantu menjaga standar kualitas.
Packaging juga memegang peranan penting sebagai daya tarik pertama. Desain yang menarik dan fungsional meningkatkan nilai jual. Pemasaran digital melalui media sosial dan platform belanja online juga membantu menjangkau pasar yang lebih luas.
Potensi Pasar Usaha Cookies Vs Dessert Box di Indonesia
Potensi pasar dan peluang usaha cookies di Indonesia dinilai lebih menjanjikan daripada dessert box. Permintaan cookies diproyeksikan mencapai 50.000 pcs per tahun. Bukan tanpa alasan, sebab tren camilan praktis dan penjualan e-commerce yang terus tumbuh. Daya tahan produk yang lama membuat distribusi lebih efisien.
Cookies unggul dari sisi variasi inovatif seperti gluten-free dan permintaan yang stabil sepanjang tahun, termasuk momen Lebaran. Pertumbuhan pasar roti dan kue juga semakin kuat berkat pengiriman online. Model bisnis ini lebih aman untuk produksi skala besar.
Di sisi lain, dessert box menawarkan fleksibilitas sistem pre-order dan citra rasa premium. Namun, umur simpan yang pendek meningkatkan risiko limbah dan biaya operasional. Persaingan di segmen ini juga cenderung ketat dan bersifat musiman.
Jadi sebagai pertimbangan, cookies lebih cocok untuk bisnis berskala besar dengan risiko lebih rendah. Dessert box lebih ideal untuk pasar niche lokal dengan target konsumen tertentu.
Baca Juga: Jualan Es Jeruk Peras, Peluang Usaha Minuman Segar yang Menjanjikan
Melalui perencanaan matang serta terus melakukan inovasi secara berkesinambungan, peluang usaha cookies bisa berkembang dari skala rumahan menjadi bisnis yang stabil. Permintaan yang terus ada menjadikan cookies sebagai pilihan usaha kuliner jangka panjang. Kreativitas, kualitas dan strategi pemasaran menjadi kunci keberhasilan bisnis camilan manis lezat yang tak pernah sepi peminat ini. /Nur



