Analisis Peluang Usaha Nasi Kuning dan Profit yang Bisa Didapat

Posted on

Nasi kuning bukan sekadar hidangan khas yang sering hadir di acara syukuran atau ulang tahun, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai peluang usaha yang menguntungkan. Dengan cita rasa gurih, tampilan menarik, dan bahan baku yang mudah didapat, peluang usaha nasi kuning bisa menjadi pilihan tepat bagi siapa pun yang ingin memulai bisnis kuliner dengan modal terjangkau.

Baca Juga: Peluang Usaha Bubur Ayam dan Analisa Penjualannya

Analisis Peluang Usaha Nasi Kuning dan Profit yang Bisa Didapat
Peluang usaha nasi kuning cukup menggiurkan karena target pasarnya berbagai kalangan. Foto: Istimewa

Analisis Peluang Usaha Nasi Kuning

Banyak orang mengandalkan sarapan di luar rumah dan nasi kuning dengan aroma harum rempahnya seringkali menjadi pilihan utama. Berikut analisis peluang usaha nasi kuning, mulai dari potensi pasar, strategi penjualan, hingga estimasi profit yang bisa diperoleh agar bisnis jualan nasi kuning ini dapat berkembang secara maksimal.

1. Rincian Modal Awal

Siapapun dapat memulai bisnis ini dengan modal awal sekitar Rp 300.000 – Rp 500.000 untuk pembelian bahan baku utama seperti beras, santan, kunyit dan lauk pelengkap. Jika sudah memiliki peralatan masak di rumah, biaya ini bisa semakin ditekan. Manfaatkan apa yang ada di dapur. Namun, jika ingin berinvestasi, pertimbangkan beberapa barang berikut ini:

  1. Kompor Gas 2 Tungku 500.000.
  2. Rice Cooker Kapasitas Besar 700.000.
  3. Etalase Kaca 1.800.000.
  4. Piring & Peralatan Makan 400.000.

Total Modal Awal = 3.450.000 – 4.300.000

2. Strategi Pemasaran

Memiliki produk yang enak saja tidak cukup. Meskipun harganya murah, kemasan yang rapi dan bersih akan meninggalkan kesan positif dan membuat pelanggan ingin kembali.

Selain itu, penjual perlu mendatangkan pelanggan. Memasang spanduk di lokasi strategis yang menuliskan nama warung dan menu andalan adalah cara paling umum.

Mendaftarkan usaha di platform pesan-antar seperti GoFood atau GrabFood. Ini akan memperluas jangkauan tanpa perlu repot menyediakan tempat makan. Jika modal terbatas, prioritaskan layanan bungkus. Ini menghilangkan kebutuhan akan banyak meja dan kursi, sehingga biaya bisa dialihkan untuk meningkatkan kualitas bahan baku.

3. Analisis Profit

Jika menggunakan asumsi berjualan dengan sistem paket, maka harga per porsi nasi kuning beserta lauk dasar seperti telur, tempe, sedikit ayam suwir dijual dengan harga rata-rata Rp 5.000. Berikut simulasi perhitungan sederhana yang bisa jadi acuan:

Jual 100 porsi/hari x Rp 5.000 x 30 hari = 15.000.000

Biaya Operasional Bulanan (Bahan baku, gas, listrik, dll) = 13.920.000

Keuntungan Bersih (Pendapatan – Biaya Operasional) = 1.080.000

Untuk menambah keuntungan penjual bisa membuat variasi lauk yang memiliki margin tinggi seperti ayam goreng atau empal, serta meningkatkan volume penjualan. Analisis lain bahkan menunjukkan potensi keuntungan bersih hingga Rp 1,1 juta dengan penjualan 50 porsi per hari.

Berdasarkan pengalaman @vlogkaksul yang dibagikan di YouTube channelnya, menjual nasi kuning mulai dari Rp10.000 hingga Rp20.000 per porsi. Mampu menghasilkan omzet hingga Rp5–8 juta per malam. Namun, bisnis F&B tidak selalu mudah. Salah satunya ketika pelanggan memesan makanan tetapi kemudian menghilang tanpa kabar. Kenaikan harga bahan pokok dan BBM juga menjadi ujian tersendiri, hingga memaksa penjual menyesuaikan harga jual agar usaha tetap berjalan.

Perbandingan Modal Awal Nasi Kuning dan Nasi Uduk

Keduanya memiliki pasar yang luas karena merupakan makanan praktis dan terjangkau untuk sarapan. Berikut perkiraan modal awal untuk memulai usaha nasi kuning dan nasi uduk.

Modal awal usaha nasi kuning dan nasi uduk memiliki kisaran biaya yang relatif mirip, tapi dengan pengeluaran sedikit berbeda. Untuk usaha nasi kuning, modal awal berkisar antara Rp3,4 juta hingga Rp4,3 juta. Dilengkapi rincian utama seperti gerobak atau etalase senilai Rp2,2 juta, kompor gas Rp500 ribu, serta perlengkapan masak dan kemasan sekitar Rp750 ribu.

Sementara itu, usaha nasi uduk memerlukan modal awal sekitar Rp3,6 juta hingga Rp4,8 juta, dengan kebutuhan seperti gerobak Rp1,25 juta, kompor gas Rp500 ribu, meja dan kursi Rp500 ribu, serta rice cooker dan perlengkapan lainnya sekitar Rp1,35 juta. Kedua usaha ini dapat dimulai dengan modal di bawah Rp5 juta dan perbedaannya sangat dipengaruhi oleh peralatan serta penggunaan gerobak atau berjualan di rumah.

Baca Juga: Analisis Peluang Usaha Dimsum Mulai Dari Modal, Strategi, dan Keuntungannya

Peluang usaha nasi kuning terbukti sebagai bisnis kuliner yang menjanjikan. Karena modal relatif terjangkau, pasar yang jelas dan potensi keuntungan stabil, bisnis makanan ini layak dipertimbangkan. Baik sebagai usaha sampingan maupun utama. /Fitri